Selasa, 30 Oktober 2012

Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan mempunyai kaitan yang sangat erat, dimana manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan mengadakan suatu kegiatan dengan komunitasnya yang terus mereka kembangkan dan lestarikan secara turun temurun sehingga kebiasaan-kebiasaan itu menjadi suatu warisan dari generasi sebelumnya dan akan terus berkembang selama generasi-generasi selanjutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Manusia

Manusia di ciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna di bandingkan dengan makhluk lai. Melalui kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan bisa menentukan mana yang benar dan salah. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa dia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia jika manusia mempercayai adanya Sang maha Pencipta yang mengatur seluruh sistem kehidupan di muka bumi.

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa.


Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi , kebudayaan adalah sarana hasil  karya, rasa, dan cipta masyarakat.Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

 

4 Kedudukan manusia terhadap kebudayaan

1).  Penganut kebudayaan

2). Pembawa kebudayaan

3). Manipulator kebudayaan

4). Pencipta kebudayaan

Hubungan manusia dan kebudayaan
Dalam kehidupan ini setiap manusia baik dalam keluarga, organisasi, maupun dalam masyarakat pasti mempunyai budaya-budaya sendiri yang telah tertanam dalam diri mereka masing-masing dan berbeda menurut asal daerah mereka dibesarkan sebelumnya. Beraneka ragamnya ras manusia, perbedaan tempat, dan banyaknya perbedaan keyakinan pada manusia, mengakibatkan munculnya beraneka ragam kebudayaan yang dibawa oleh masing-masing manusia. Sebelum membahas tentang hubungan manusia dan kebudayaan alangkah baiknya jika tahu terlebih dahulu apa hakekat manusia dan kebudayaan sendiri bagi manusia.
Manusia pada hakekatnya mempunyai makna yaitu manusia dalam kehidupannya itu tidak akan pernah bisa hidup tanpa bantuan dari manusia lain, hal atau kesadaran seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia agar pada setiap individu tidak seorang pun pada dirinya merasa “paling”, misalnya paling cantik,paling kaya, paling kuat, atau yang semisal itu. Semua manusia di dunia ini pada dasarnya sama mereka menginginkan kebaikan, kebagusan, keindahan pada diri mereka masing-masing. Tapi, perbedaan lingkungan, pergaulan, serta pendidikan semua itu membuat berbagai perbedaan mendasar pada pembentukan pribadi bagi setiap individu manusia. Dari berbagai macam definisi yang telah dikemukakan tersebut mempunyai maksud yang sama, yaitu berasal dari manusia, meliputi perilaku, dan hasil kelakukan, yang telah diatur oleh tata kelakuan dalam suatu masyarakat.
Setelah mengetahui apa hakekat manusia diciptakan dan makna dari kebudayaan. Maka hubungan diantara keduanya dapat disimpulkan bahwa, pertama manusia dapat dikatakan sebagai mskhluk yang berbudaya. Hal itu dikerenakan manusia mempunyai 2 hal penting yaitu pikiran dan perasaan, yang keduanya itu saling mengimbangi dalam kehidupan suatu individu.
Kedua, manusia sebagai makhluk termulia, dibandingkan dengan makhluk tuhan yang lain. Karena manusia diberi dengan adanya pikiran dan perasaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat At-tin ayat 4-6:
“Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia itu dalam sebaik-baik ciptaan, kemudian akan Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya kecuali mereka orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan”. (At-tin; 4-6)
Kebudayaan yang terus berkembang seiring dengan berkembangnya zaman, yang sebelumnya diawali dari kebudayaan yang primitif hingga sekarang yang modern memiliki 2 fungsi yang bertentangan, yaitu budaya sebagai sarana kemajuan dan sebagai ancaman bagi manusia. Alasan yang mencakup keduanya yaitu dengan budaya, kehidupan suatu individu akan terdorong menjadi lebih modern misalnya seseorang yang gaptek, karena pengaruh kebudayaan dalam penyebaran informasi seseorang itu menjadi ahlinya dalam beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan.
Budaya dapat dikatakan sebagai ancaman bagi manusia, Karena dengan berkembangnya suatu budaya dapat mengubah pola pergaulan suatu masyarakat khususnya para remajanya. Bahkan beberapa orang mengira bahwa semakin berkembang suatu budaya semakin banyak dosa yang dibuat, begitu juga sebaliknya budaya yang masih primitif budaya itu masih dianggap suci.
Maka dari itu, hubungan antara manusia dan kebudayaan sangat erat sekali, karena kebudayaan itu muncul dengan adanya suatu pengalaman dari manusia., dan perkembangan budaya harus disertai dengan etika agar ke depannya tidak mengarah ke hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar